Analisis Buku : Manusia Setengah Salmon

I.
JUDUL NOVEL                                    
Manusia Setengah Salmon
‘Kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati.’

II.
NAMA PENGARANG
Raditya Dika

III.
NAMA PENERBIT
Gagasmedia – TransMedia

IV.
TAHUN TERBIT
Cetakan pertama, 2011
Cetakan dua puluh, 2015

V.
NAMA-NAMA TOKOH
Dika
Bokap (Ayah Dika)
Nyokap (Ibu Dika)
Edgar (Adik Bungsu Dika)
Pito
Abah Ucun,  Agus  dll.

VI.
TEMPAT KEJADIAN
Rumah Kediaman Dika
Sekolah Dika
Desa Ciporeat
SMA 70
Airport
Istana Bogor, dll.

VII.
WAKTU KEJADIAN
Pada pagi hari, Malam hari

VIII.
ISI NOVEL MENURUT SAYA
Novel tulisan Raditya Dika ini sangat unik, menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh remaja pada umumnya Tampilan gambar pada novel sangat mendukung cerita dari awal hingga akhir. Cerita pada bab sangat unik dan penuh kreasi komedi.

IX.
ALASAN / PENDAPAT
Tampilan desain sampul buku sangat menarik perhatian karena keunikannya. Setiap judul bab dinamakan dengan nama sangat sangat unik dan kreatif sehingga para pembaca mengira bahwa ini adalah buku novel yang seru dan menyenangkan serta lucu untuk dibaca.

X.
RINGKASAN ISI BUKU
Ringkasan disini hanya membahas sebagian isi pada buku novel
Ringkasan Bab 1 : Ledakan Paling Merdu
                  “Di antara semua kebiasaan bokap gue, yang paling ajaib adalah senam kentut. Senam ini dilakukannya setiap pagi dengan gerakan mengejang-ngejang di lantai sambil ngeden, untuk satu tujuan: kentut.
                  Sampai sekarang, Bokap masih berkutat dengan kebiasaannya. Dia masih sering senam kentut di teras rumah, dia juga masih minum satu gelas besar air putih pada pagi hari. Pada suatu kebetulan, gue bangun tidur lebih pagi lantaran harus pergi ke bandara dan menemukan bokap lagi senam kentut di balkon rumah. Gue ngelihatin Bokap dari kejauhan, mendekatinya, dan bilang, ‘Pa, ikutan ya?’ Bokap mengangguk. Pagi itu, kentut kami bersama-sama jadi ledakan paling merdu.”
Ringkasan Bab 2 : Akibat Bertanya ke Orang yang Salah Tentang Ujian
                  “Sewaktu musim Ujian Nasional, follower twitter gue banyak bertanya dan meminta nasihat seputar ujian ke gue. Mungkin mereka sudah terlalu stres sehingga memutuskan bertanya kepada orang yang salah. Berikut pertanyaan mereka dan jawaban yang gue berikan :
T : Bang boleh nulis rumus matematika di paha gak? (dari@SharieMaulana)
J  : Boleh. Yang gak boleh nulis rumusnya di paha pengawas
T : Bang pas ujian aku gak tau jawabannya, terus mau SMS teman tapi gak punya  pulsa. Boleh minjem hape pengawasnya gak? (dari@Dimsnik)
J : Boleh, asal provider-nya sama
Dll.”
                              Ringkasan Bab 3 : Sepotong Hati di dalam Kardus Cokelat
                  “Di kehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha untuk gak nangis. Si cowok akan sedapat mungkin stay cool, supaya gak kelihatan cemen. Harga diri lebih penting daripada sakit hati.
                  Hal yang sama juga gue rasakan kerika diputusin sama (mantan) pacar pertengahan 2009. Dia mengajak gue ketemu di sebuah café, setelah basa-basi beberapa menit, akhirnya kalimat itu muncul.”
Ringkasan Bab 4 : Hal-hal untuk diingat ketika Kencan Pertama
                  “Untuk Cowok :
Kejutkan si cewek dengan gaya berpakaianmu yang unik, macho, tetapi sensitive. Jemput dia di rumahnya dengan memakai kostum Power Rangers pink.
Jika bertemu dengan orangtuanya, usahakan untuk sopan. Puji ibunya dengan baik, tetapi tidak berlebihan seperti, ‘Wah, tante menua dengan baik ya.’
   Untuk Cewek :
Ketika dia datang ke rumahmu untuk menjemput, sambutlah dengan baik. Tari Saman adalah tari untuk peristiwa penting dari Aceh. Ajak seluruh keluargamu nari Saman di depan pagar rumah untuk menyambut kedatangannya.
Jika si cowok terlalu sering menonton sinetron laga, ada kemungkinan dia akan menjemput kamu menaiki elang. Jika ini terjadi, jangan panik. Datangi dia dan ingatkan bahwa di mal tidak ada parkiran elang.”
                                          Ringkasan Bab 5 : Bakar Saja Keteknya
                  “Gue beruntung lahir dari keluarga kelas menengah, jadi kami bisa mempekerjakan seorang sopir. Sopir di keluarga datang silih berganti dan bermacam-macam, mulai dari sopir Indonesia Timur yang wataknya keras, sampai ke sopir orang Jawa yang sangat sopan.
                  Ada seorang sopir yang gue masih ingat, namanya Agus. Dia adalah sopir yang sangat rajin. Agus tetap masuk kerja walaupun sedang sakit thypus, sampai-sampai kami harus menyuruhnya pulang.
                  Gue masih ingat waktu itu kami sekeluarga sempat berlibur dan mampir ke Istana Bogor disopiri oleh Agus. Baru masuk pintu gerbang, mobilnya udah enjot-enjotan. Penumpang seisi mobil maju-mundur.”
Dll.

Buku novel ini dibagi dalam beberapa bab dan ceritanya dari bab ke bab tidak saling berkaitan.

Demikian atas analisis saya ini, saya ucapkan terima kasih.

Comments